*** mulai april 2010, kategori luvislam dipindah ke blog SahabatRasul, ini menjawab pertanyaan kenapa isi blog menjadi berubah. sebenarnya tidak berubah, tetapi agar lebih tematik saja. *** syukron atas perhatiannya, dan siap menerima kritikan(^.^) syukron atas kunjungannya sobat(".") syukron atas segalanya(^.^) ***

[luvIslam] Dia Mencium Bau Surga

Di dalam sebuah hadits yang bersumber dari Abu Hurairah rhodiyallaahu ‘anhu, Rasululllah shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “ Ada tujuh golongan orang yang mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari naunganNya… diantaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah.”

Dan di dalam sebuah hadits shohih yang berasal dari Anas bin an-Nadhr rhodiyallaahu ‘anhu, ketika perang Uhud ia berkata,”Wah …. angin surga, sunguh aku telah mencium wangi surga yang berasal dari balik gunung Uhud.”

Seorang Doktor bercerita kepadaku, “ Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal – semoga Allah merahmatinya -. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?

Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya –semoga Allah membalas segala kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh.

Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah dan jengkel ? Atau apa?

Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka,
‘Jangan khawatir! Saya akan meninggal … tenanglah … sesungguhnya aku mencium wangi surga.!’ Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan para dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, ‘Wahai saudara-saudara, aku akan mati, maka janganlah kalian menyusahkan diri sendiri… karena sekarang aku mencium wangi surga.’

Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah’ Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta subhanahu wa ta’ala.

Allahu Akbar … apa yang harus aku katakan dan apa yang harus aku komentari…Semua kalimat tidak mampu terucap … dan pena telah kering di tangan… Aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah subhanahu wa ta’ala, “ Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan akhirat.” (Ibrahim : 27)

Tidak ada yang perlu dikomentari lagi.
Ia melanjutkan kisahnya,
“Mereka membawa jenazah pemuda tersebut untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudara Dhiya’ di tempat pemandian mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat Magrib pada hari yang sama.

Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullaah Shallallaahu ‘alahi wasallam bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat”. Ini merupakan tanda-tanda khusnul khatimah. Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Pada tubuh orang yang sudah meninggal itu (biasanya-red) dingin, kering dan kaku.

Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam.

Subhanalllah … Sungguh indah kematian seperti itu. Kita memohon semoga Allah subhanahu wa ta’ala menganugrahkan kita khusnul khatimah. (Amin, Allahumma amin)

Saudara-saudara tercinta … kisah belum selesai,
Saudara Dhiya’ bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabnya?
Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya?
Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang terlarang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia dapatkan husnul khatimah (insyaAllah –red) yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-ngidamkann ya; meninggal dengan mencium wangi surga.

Ayahnya berkata, “Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjama’ah. Ia gemar menghafal al-Qur’an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU.”

Aku katakan, “Maha benar Allah” yang berfirman (yang artinya-red)
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’ Kamilah pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Fhushilat:30- 32)

Diambil dari : Serial Kisah Teladan Karya Muhammad bin Shalih Al-Qahthani, sebagaimana yang dinukil dari Qishash wa ‘Ibar karya Doktor Khalid al-Jabir.

22 komen:

perempuan paling cantiq 10:40 AM, January 10, 2010  

Ya Rabb, berilah kami kematian yang indah, yaitu kematian yg khusnul khatimah, dengan istiqamah melakukan perbuatan dihiasi dengan amalan kepadaMu..

IHSAN 10:44 AM, January 10, 2010  

semoga kematian kita semua adalah khusnul khatimah

aamiiin

Indahnya Berbagi 2:25 PM, January 10, 2010  

Amiin smg akhir lembaran hidup didunia kita tutup dgn khusnul khatimah

dinoe 3:24 PM, January 10, 2010  

terentuh sekali membacanya......Amiin smg akhir lembaran hidup didunia kita tutup dgn khusnul khatimah

ducky 3:37 PM, January 10, 2010  

All: amiin.....amiiin...

Seno 7:34 PM, January 10, 2010  

Aku menahan nafas membaca postingan ini.

Semoga saja, kita semua bisa bertemu Sang Khalik dengan keadaan khusnul Chotimah. Aamiin.

Newsoul 6:08 AM, January 11, 2010  

Kisah mantap ducky. saya mampir sembari ngupi. Selamat pagi kawan.

udienroy 7:02 AM, January 11, 2010  

Semoga kita dapat mencontohnya amin

udienroy 7:04 AM, January 11, 2010  

Eh komment yang di tampilken kok cuma dua sih? Kenapa?

~Srex~ 7:53 AM, January 11, 2010  

Meninggal dalam kesucian....benar2 merupakan idaman orang2 yang akan meninggalkan dunia fana ini.
Istilah mencium bau surga, baru ku baca saat ini Duck.....maknanya begitu dalam ya....

Seti@wan Dirgant@Ra 12:03 PM, January 11, 2010  

Sory baru sempat mampir membaca pencerahan.
makasih banyak Din..

Ayas Tasli Wiguna 2:28 PM, January 11, 2010  

aku perlu byk berubah emang :)

btw, ada awod tukmu, diambil y :)

http://ayastasliwiguna.blogspot.com/2010/01/blog-ayas-1st-anniversary.html

komuter 2:36 PM, January 11, 2010  

ingin mencium bau surga.......
*semangat

Aku Cuma Seorang Blogger Yang Cinta Seo 5:13 PM, January 11, 2010  

sebuah kematian yang menggembirakan. Semoga kita menjadi ahli surga. amin...

udienroy 8:38 PM, January 11, 2010  

maaf mampir lagi nih, seperti biasa silaturahmi, ohya barusan saya menulis artikel tentang pelecean islam. jika tidak keberatan tolong beri responya. dan terimakasih sebelumnya.

udienroy 5:11 PM, January 12, 2010  

mampir sebentar numpang clingak clinguk ajah. hmm dah permisi SALAM adem ayem buat empunya blog.

Rana Rasuna 4:25 AM, January 14, 2010  

ga banyak komen deh,, sungguh sebuah kisah yang mencerahkan mba'...makasih.

phonank 9:46 AM, January 15, 2010  

tentram hatiku...

apa rasanya yah bila bisa mencium bau surga,, pasti lebih indah dari mimpi yang jadi kenyataan...

Phonank 9:47 AM, January 15, 2010  

Saat aku lahir, aku menangis dan orang-orang tersenyum..

mudah-mudahan di saat aku menutup mata, aku bisa tersenyum dan orang-orang menangisi

udienroy 10:45 AM, January 16, 2010  

Berkunjung lagi di pagi hari nih. Seperti biasa silaturahmi sambari blogwolking siapa tahu kunjungan saya ini dapat bikin hati sumpringah hehe salam adem ayem ajah. SELAMAT Hari sabtu

@_T!ka 7:27 PM, January 16, 2010  

Subhanallah... Semoga kita semua juga bisa meninggal dengan khusnul khatimah. Amin...

Kompas Muda 1:39 PM, January 23, 2010  

artikel yang cukup menyentuh hati..

Post a Comment

komen nyookk :)
kalo gag punya blog, pilih NAME/URL yaaa..URLnya isi aja akun (pilih satu): FB, Twitter, FS, Email, Plurk, Gtalk/YM, MySpace, YouTube atau apapun -oOo- thanks a lot ^_*