*** mulai april 2010, kategori luvislam dipindah ke blog SahabatRasul, ini menjawab pertanyaan kenapa isi blog menjadi berubah. sebenarnya tidak berubah, tetapi agar lebih tematik saja. *** syukron atas perhatiannya, dan siap menerima kritikan(^.^) syukron atas kunjungannya sobat(".") syukron atas segalanya(^.^) ***

[luvIslam] Fatwa Ulama Bila Menyimpang Dari Arah Kiblat

Dalam *Fatawal Aqidah wa Arkanil Islam*, hal. 551 (Darul Aqidah), seorang ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin * rahimahullah* pernah diajukan suatu pertanyaan,
“Jika telah jelas bahwa seorang yang shalat telah menyimpang (bergeser) dari (arah) qiblat, apakah dia harus mengulangi shalat?” 

Beliau *rahimahullah* menjawab,

“Bergeser sedikit dari arah qiblat tidaklah mengapa kecuali jika seseorang berada di Masjidil Haram. Masjidil Haram adalah qiblat bagi orang yang shalat di sana yaitu langsung menghadap ke Ka’bah. Oleh karena itu, para ulama mengatakan: ‘Barangsiapa memungkinkan menyaksikan Ka’bah, maka wajib baginya untuk menghadap langsung ke Ka’bah. Dan apabila seseorang yang hendak shalat di Masjidil Haram hanya menghadap ke arah Ka’bah (misalnya ka’bah terletak di arah barat dia, lalu dia hanya menghadap ke arah barat, pen) dan tidak menghadap persis ke Ka’bah langsung maka dia wajib mengulangi shalatnya karena shalat yang dia lakukan tidak sah. Hal ini berdasarkan firman Allah *‘azza wa jalla*,
فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ
فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

“*Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya*.” (QS. Al Baqarah [2] : 144)

Namun, apabila seseorang berada jauh dari Ka’bah dan tidak mungkin dia melihat (menyaksikan) Ka’bah secara langsung walaupun dia masih berada di kota Mekkah, maka wajib baginya untuk menghadap ke arah Ka’bah dan tidak mengapa kalau bergeser sedikit. Hal ini dapat dilihat pada sabda beliau *shallallahu ‘alaihi wa sallam* kepada penduduk Madinah,
مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ قِبْلَةٌ

“*Arah antara timur dan barat adalah qiblat.*” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi mengatakan hadits ini *shohih*. Dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam *Irwa’ul Gholi* dan *Misykatul Mashobih* bahwa hadits ini *shohih*)

Dikatakan demikian karena penduduk Madinah menghadap kiblat ke arah selatan.Maka setiap arah yang antara Barat dan Timur maka bagi mereka adalah kiblatnya. Begitu juga dikatakan kepada orang yang shalat menghadap ke Barat (seperti yang berada di Indonesia, pen) bahwa arah yang berada antara selatan dan utara adalah kiblat’.

–Demikian fatwa Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin *rahimahullah*-

***

kalo di indonesia, ke arah barat bergeser 32 derajat... >>> denger di tipi @2009

9 komen:

~Srex~ 9:44 AM, November 20, 2009  

Info yg penting sist....semua ada alasan dan dasarnya yaa....tx u

Penikmat Buku 4:17 AM, November 21, 2009  

hohohoho...makasih infonyaaaa, cukup melegakan mengingat saya selalu ribet dengan arah kiblat ^^

Seti@wan Dirgant@Ra 6:44 AM, November 21, 2009  

bergeser 32 derajat, makasih yah Duck..
baru saat ini saya memperoleh kejelasan.

phonank 10:41 AM, November 21, 2009  

saya sudah benar belom yah..??

Wah ini info yg sangat jadi pedoman, nih...
wah gawat juga kalau melengsong arah kiblatnya

PhonanK 3:12 PM, November 21, 2009  

Wah terima kasih yah mas, atas doa nya...

oh iyah, saya link blognya yah...!
thanks...

ivan kavalera 5:12 PM, November 21, 2009  

met weekend, bek..

Job Review 11:26 PM, November 21, 2009  

wakh makasin informasinya...keren buanget...sekarang mulai paham nih

rhe 11:12 AM, November 28, 2009  

waduh.....,,

e ya, linkny da ane pasang gan :D

AD1N 9:50 AM, November 30, 2009  

thanks for infonya.... jadi tau ilmunya...

Post a Comment

komen nyookk :)
kalo gag punya blog, pilih NAME/URL yaaa..URLnya isi aja akun (pilih satu): FB, Twitter, FS, Email, Plurk, Gtalk/YM, MySpace, YouTube atau apapun -oOo- thanks a lot ^_*